This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 29 April 2011

Membedah Rasa Sakit Seorang Jomblo part I

Kamu tahu apa yang membuat hidup sebagai jomblo itu capek, tidak enak, bahkan kadang terasa menyakitkan?

Bukan, sobat, bukan karena kamu harus menjalani segala sesuatu dengan sendirian.

Bukan juga soal merasa kesepian.

Yang membuat kehidupan jomblo terasa seperti itu menyesakkan sama sekali itu tidak ada urusannya dengan masalah kesepian ataupun percintaan.

Kamu mau tahu apa?

Jika saya memberitahu, berjanjilah kamu tidak akan menggeleng-gelengkan kepala sebelum kamu membaca artikel ini hingga habis.

Janji?

Jawabannya adalah karena semakin lama kamu menjalani kejombloan, semakin kamu kehilangan kepercayaan pada diri sendiri bahwa kamu cowok normal yang mampu memiliki hubungan romance sebagaimana seharusnya.

Dan semakin kamu kehilangan kepercayaan tersebut, semakin kamu kehilangan harga diri juga.

Jika ditolak oleh orang lain sudah cukup sakit, jauh lebih sakit lagi rasanya bila kamu ditolak oleh dirimu sendiri.

Itu sebabnya kamu mengernyit kesakitan dan tergeletak payah setiap kali memikirkan mengapa kamu tidak punya sahabat cewek yang bisa menganggapmu lebih spesial dari sekedar teman biasa.

Jebakan yang mengerikan, sobat.

Sekali kamu tersandung ke dalamnya, sulit sekali untuk bisa keluar tanpa pertolongan orang lain.

Mencoba membereskan masalah tersebut dengan memaksa mengobral diri dan mengejar cewek sebanyak mungkin sama saja dengan membunuh dirimu sendiri.

Kamu harus mengerti bahwa rasa sakit yang kamu rasakan tidak akan terobati bila kamu mendapat cewek.

Jangankan terobati, sedikit mengering saja tidak.

Malah akan semakin tersobek menganga lebar.

Mengapa?

Karena seseorang bisa saja berpacaran, menjalani hubungan romance yang intim dan dicemburui oleh teman-temanmu, tapi tetap terjangkit penyakit jomblo tanpa ada yang pernah mengetahuinya kecuali sang pasangan.

Kamu kehilangan dirimu sendiri. Kamu kehilangan kepercayaan untuk bisa meraih berbagai mimpi yang pernah kamu harapkan. Itulah rasa sakit yang kamu rasakan.

Menemukan seorang cewek atau pacar atau pasangan apapun tidak akan membuatmu menemukan kepuasan dan kenyamanan identitas yang kamu inginkan.

Malah berpacaran sewaktu keadaan seperti itu akan membuat hubunganmu membusuk setelah sekian waktu lamanya dan pasanganmu menyerah karena lelah harus meladeni obsesi dan tuntutan kepribadianmu yang begitu mengekang.

Hal tersebut hanya hanya bisa diobati dengan cara mengembalikan dirimu pada tempatnya.

Beri waktu pada dirimu untuk menemukan kembali hal-hal indah dan berharga yang sudah dicuri, direnggut darimu setiap kali kamu mengalami kegagalan.

Ijinkan dirimu untuk mempercayai kembali hal-hal tersebut, sekalipun rasanya terlalu ajaib untuk dipercayai.

Waktu kecil dulu, kamu bisa bebas melakukan kesalahan tanpa perlu merasa kehilangan semangat belajar, kepercayaan dan harga pada dirimu sendiri.

Orangtuamu mungkin akan kesal atau marah melihat kamu mencoret-coret dinding, baju, seprei dan semua benda lain yang berwarna putih, tapi umumnya mereka akan menyampaikan dengan cara yang lembut.

Tidak peduli seberapa luas dan besar kesalahanmu, mereka hanya akan berkata, “Oke sayang, papa mama sedikit kecewa dengan kesalahan kecil ini, tapi gapapa, lain kali gambarnya di sini aja ya sayang…”

Namun segala sesuatu berubah ketika kamu mulai beranjak usia yang lebih dewasa. Kesalahan sekecil apapun menjadi besar, “Katanya udah gede, tapi diminta tolong sekali aja jemput adikmu pulang sekolah aja kok bisa sampe lupa.”

Kesalahan besar, menjadi jauh lebih besar lagi, “Lihat aja nanti, gara-gara kamu berantem ada kemungkinan beasiswa kamu ditarik lagi. Kamu bisa skolah bayar sendiri?”

Dan kesalahan yang sudah lebih besar disambung dengan berbagai kesalahan-kesalahan yang lebih besar lainnya, “Otak kamu kemana sih? Bulan kemarin tagihan telpon udah membludak sampe 2 juta, terus minggu lalu mobil dipake seenaknya padahal kami perlu anter Oma yang lagi sakit, trus skarang lagi bertingkah mabuk-mabukan. Kami kurang mendidik apa sih? Mau bikin kami stress dan cepet mati ya?!”

Seiring semua pengalaman-pengalaman seperti di atas, kamu belajar untuk tidak lagi mempercayai dirimu sendiri.

Kamu belajar untuk menganggap dirimu bodoh, pikun, jelek, aneh, lambat, teledor, kurang ajar, lemah, atau apapun yang dilabelkan oleh orangtuamu, generasi senior, dan masyarakat di sekitarmu.

Kamu belajar untuk menganggap segala sesuatu dengan personal dan terlalu serius karena semua orang berkata, “Wei, loe tuh dah gede, tau? Ngga jamannya lagi deh bertingkah dan main kayak anak-anak.”

Kamu belajar untuk selalu bekerja dan berprestasi demi mendapatkan pengakuan orang lain, lalu setelah kepuasan dari pengakuan itu habis, terus bekerja keras lagi demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Itulah sakit yang kamu rasakan meradang, bergelung-gelung di dalam dadamu, sobat.

Sama sekali bukan soal kamu jomblo dan kesepian.

Jomblo itu hanya momen dan katalisator yang membuatmu sensitif terhadap rasa sakit yang sudah ada.

Kenyataan bahwa kamu belum atau tidak pernah berada dalam hubungan seperti yang kamu impikan hanya membuatmu lebih diyakinkan lagi bahwa kamu memang seorang loser yang tidak layak menikmati dunia.

Mulai sembuhkan dirimu sendiri dengan mengijinkan dirimu untuk merasa tenang dan percaya akan kemampuan yang kamu miliki sebagai manusia.

Ijinkan dirimu untuk mencoba meraih kembali kepolosan, semangat belajar, impian dan potensi berharga yang pernah ditolak mentah-mentah, mungkin oleh orang lain atau oleh dirimu sendiri hanya karena kamu pernah gagal dahulu.

Jadi jika kamu saat ini jomblo, jangan langsung terjun mencari cewek-cewek cakep di luar sana.

Kita tidak pernah tertarik dengan orang yang penyakitan. Kalaupun kita mau berdekatan dengan mereka, itu pasti hanya berupa perasaan simpati atau empati.

Kalau kamu dalam keadaan yang terluka seperti ini berusaha mendekati cewek dan mereka tidak melarikan diri, itu sudah pasti mereka tergerak oleh rasa sosial dan belas kasihan.

Jangan harap bisa menembus Hanya Teman Baik Saja.

Kembalikan dirimu pada kondisi prima seperti sewaktu kamu masih kecil dahulu.

Sang Bocah yang tidak mengenal takut atau ragu, selalu dipenuhi dengan keingintahuan, tidak dibayang-bayangi oleh rasa menyerah, tenggelam dalam dunianya sendiri yang penuh keajaiban dan selalu bersemangat mengajak orang lain ikut masuk ke dalamnya.

Coba baca dan renungkan pertanyaan ini: “Apakah kamu percaya bahwa kamu bisa menjadi siapa saja dan meraih apa saja yang kamu inginkan dalam hidup ini bila kamu menginvestasikan cukup waktu dan tenaga ke dalamnya?”

Jika jawaban “Ya” tidak langsung muncul dalam pikiranmu…

Jika kamu memerlukan waktu, bahkan satu detik saja, untuk mendapatkan reaksi apapun dalam pikiranmu…

Jika pikiranmu melayang membayangkan kejadian-kejadian acak di masa lalu, tidak peduli apapun itu…

… jangan baca artikel lainnya di website Hitman System.

Kamu tidak memerlukan tehnik apapun untuk mengatasi kejombloan. Bahkan kamu tidak perlu memikirkan soal cewek dulu.

Format ulang dirimu hingga kamu bisa mencapai sebagian besar dari paradigma penjuru berikut ini:

    * Kamu bisa merasa dirimu sebagai pribadi spesial yang layak mendapat apapun yang kamu inginkan dalam hidup ini, sama seperti layaknya mereka yang umumnya disebut sebagai orang-orang beruntung,

    * Kamu bisa menerima pengakuan atau pujian orang lain tanpa menjadikannya kebutuhan atau kecanduan yang membuatmu harus mencarinya lebih banyak lagi agar merasa dirimu spesial,

    * Kamu bisa mengembalikan kepercayaanmu pada diri sendiri, bahkan menyebarkan semangat tersebut kepada orang lain kapan saja kamu inginkan.

    * Kamu bisa melihat pendapat orang lain sebagai sekedar pendapat yang dapat dinilai sesuai konteks, bukannya pernyataan untuk menyerang pribadimu sehingga tidak mengijinkan mereka mengambil kenikmatan, kepuasan, atau kebebasan yang kamu miliki dalam hidupmu, dan menyadari bahwa dirimu tetap berharga sekalipun semua orang di sekeliling berkata sebaliknya,

    * Kamu bisa mengakui orangtuamu cukup bersalah dalam menciptakanmu menjadi pribadi dewasa sekarang ini, namun juga mengakui bahwa itu adalah kesalahan yang mulia karena mereka hanya berusaha sekeras mungkin memberikan apa yang saat itu mereka anggap hal terbaik yang mampu diberikan kepadamu,

    * Oleh karena itu, kamu bisa menyadari bahwa kesalahan, kegagalan atau penolakan tidak selalu berisi pesan yang negatif, dan kamu tidak bisa dibatasi hanya karena kamu pernah mengalami sebuah kesalahan dan kegagalan di tempat yang sama sebelumnya.

    * Kamu bisa menemukan bahwa kepuasan terbesar dalam hidupmu adalah ketika kamu bisa mempelajari hal-hal unik yang memperkaya pengalaman jiwamu dan memakainya untuk memperkaya orang lain juga.

    * Kamu bisa mengapresiasi keindahan dari setiap kesalahan atau kegagalan yang kamu alami karena selalu tersedia cukup second-chance dibaliknya yang sudah pasti berarti kamu akan melihat hasil maksimal di kali berikutnya.

Jika kamu bisa memperbaiki dan menyembuhkan pola pikirmu pada poin-poin di atas, kamu tidak akan lagi merasakan sakit dan perih yang dialami oleh kebanyakan jomblo di luar sana.

Dan jika kamu sudah tidak penyakitan lagi, saya MENJAMIN kamu akan lebih mudah untuk melihat hasil yang memuaskan ketika nge-hit cewek-cewek yang kamu inginkan.

Saya memang tidak memungkiri hal-hal di atas terlihat begitu sepele, mengawang-awang, bahkan jika kamu berteriak, “Bosen ah, ngga ada tehnik, ngga praktis!” saya akan melompat dan berseru setuju denganmu.

Kamu mungkin tipe cowok yang sudah cukup capek sendirian dan ingin mengumpulkan begitu banyak tehnik untuk memanipulasi cewek untuk memuaskan dirimu.

Saya tidak akan meminta maaf jika artikel Hitman System kali ini tidak membantumu sedikitpun lebih dekat pada tujuan tersebut, karena saya, Kei, dan Jet memang tidak pernah menjanjikan hal demikian.

Silakan mengundurkan diri dari mailing list dan hapus www.hitmansystem.com dari Bookmarks dan Favorites dalam browser internetmu.

Solusi anti jomblo bukanlah melulu soal cewek, pacaran, cinta, atau sejenisnya.

Melainkan tentang menjalani hidup sebagai Cowok Glossy.

Hanya sebagian kecil cowok di luar sana yang bisa mengerti betapa berharga dan krusialnya artikel ini. Bahkan para peserta workshop pun banyak yang agak sulit menangkap pentingnya sesi ‘cuci otak’ dan reprogramming pada hari pertama.

Namun hasil transformasi dan keberhasilan yang mereka dapatkan setelah workshop Hitman System sudah dapat diprediksikan dari seberapa dalam mereka memahami paradigma seorang Cowok Glossy.

Jadi jika kamu tergolong cowok yang bisa merasa artikel ini berbicara banyak pada dirimu, ijinkan dirimu untuk tersenyum puas, mulai merangkak untuk memperbaiki diri dan mengaplikasikan tehnik-tehnik yang kami ajarkan secara cuma-cuma dalam artikel setiap minggunya.

Lalu jika kamu ingin benar-benar menembus batas, daftarkan dirimu dalam pelatihan dua-hari yang bukan saja akan membuka matamu akan hal-hal ajaib yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, tapi juga akan sepenuhnya merekonstruksi segala sesuatu tentang dirimu menjadi identitas yang secara otomatis menarik cewek-cewek di mana saja dan kapan saja.

Saya turut berdukacita atas kehidupan dan masa lalu jomblomu yang penuh dengan rasa perih dan keputusasaan.

Kutipan    : Lex,
Hitmansystem.com

Rabu, 27 April 2011

Memulai Cinta Tak Perlu Berkorban


Sobat, sebelum Anda mulai membacanya, segarkan terlebih dahulu kepala Anda dari semua pikiran yang menganggu. Setelah itu baru Anda salami apa yang akan saya bagikan.


Sudah? Hal tersebut harus Anda lakukan agar dinamika social yang saya bagikan kepada Anda dapat memberikan hasilnya secara maksimal. Mari kita mulai
Anda mungkin terkejut melihat judul yang sangat mengundang perdebatan ini, begitu pula dengan saya ketika mengetik judul tersebut.


Sebuah disclaimer yang digunakan hampir setiap wanita untuk memarahi pasangannya ketika sang pria tidak ingin mengorbankan sesuatu demi diri sang wanita. Saya sangat tergelitik untuk membahasnya dari kulit luar (walaupun ini bukan inti bahasannya).


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa cinta atau hubungan in-relationship itu membutuhkan 2 orang, it takes two to tango, seharusnya baik pria maupun wanita melakukannya demi pasangannya. 


Saya tidak akan menyangkal bahwa wanita sudah berkorban juga. Wanita merasa berkorban apabila mereka harus pergi bersama pacarnya walaupun tadinya dia diajak oleh teman-temannya pergi shopping, dan ia juga merasa telah berkorban untuk tidak keluar malam apabila tidak diperbolehkan oleh pacarnya.


Namun bila sang pria melakukan hal yang sama atau menuruti setiap larangan kekasihnya, di mata wanita hal tersebut BUKANLAH sebuah pengorbanan dari sisi pria. Bahkan ketika Anda mengantar jemput sang wanita dengan cukup rutin, hal itu juga sering kali tidak disebut sebagai pengorbanan!


Hal-hal tersebut di lihat wanita sebagai KEWAJIBAN pria!  Hal yang aneh, bukan? 


Sedikit bahasan untuk masuk ke topik yang sebenarnya.


Di atas saya mengatakan bahwa pengorbanan/melakukan sesuatu demi pasangannya adalah hal normal. Ya, benar itu adalah normal apabila Anda lakukan untuk PASANGAN ANDA!


Anggukan kepala Anda apabila Anda mengerti. Apabila belum, baca lagi mulai dari paragraf ke-3.


Memulai cinta atau hubungan seharusnya dimulai dengan saling mengenal satu sama lain, namun yang dilakukan malah sebaliknya. Baik pria maupun wanita yang sedang tertarik dengan seseorang akan berusaha melakukan semua yang diinginkan oleh orang yang disukainya (baca: gebetan).


Dengan kata lain, Anda tidak menjadi diri Anda sendiri ketika sedang PDKT. Anda berusaha memberikan pelayanan dan image terbaik tentang diri Anda untuk sang gebetan.


Sebuah cerita yang seringkali saya dengar, dan pernah saya lakukan dahulu (saya adalah alumni HSEW X, jadi jelas sekali saya pernah melakukan hal bodoh tersebut).


Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah satu teman saya sedang melakukan PDKT pada seorang wanita yang sudah dikenalnya cukup lama. Wanita tersebut berada dalam lingkaran sosialnya, yang berarti sang wanita sudah termasuk dalam kelompok pertemanan pria itu. Teman saya itu berusaha selalu bersedia dan siap untuk menjemput sang wanita, maupun mengantarnya pulang ketika mereka pergi hang-out.


Belum lagi ditambah dengan berusaha bersikap lucu, dan mencari perhatian wanita tersebut.


Anggukan kepala Anda apabila Anda pernah melakukannya!


Begitu pula dengan wanita, saya mengenal seorang wanita yang menarik, tinggi, putih, berparas cantik, dan fashionable, serta sepertinya memiliki kepribadian yang baik di mata saya. Kita beri dia inisial V. Sejak hari pertama saya berkenalan dengannya dan bertukar nomor handphone, saya tahu bahwa saya dan dia tertarik satu sama lain.


Pendek cerita, hubungan saya dan V semakin dekat. Dia memberitahu saya bahwa dia putus dengan pacarnya saat itu (saya tidak mengetahui bahwa dia sedang menjalani hubungan dengan seseorang, dan saya pun memang tidak berusaha mencari tahu). Setelah itu dia jadi lebih sering menghubungi saya dan kita pergi berpetualang dengan alumni dan instruktur lainnya.


V mulai menunjukkan tanda-tanda untuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar teman dekat dan gebetan, namun karena waktu itu saya harus pulang ke daerah untuk mengadakan sebuah event berskala nasional. Jadi saya menunda 'status' itu.


Ternyata begitu saya tiba di sana, saya harus merombak semua susunan acara, logistik, dan akomodasi. Itu menyebabkan saya sangat luar biasa sibuk. Sedangkan di saat yang bersamaan, V memaksa untuk merapikan kamar saya dan membersihkannya ketika saya pergi (nilai yang sangat bagus dimata saya).
Namun karena terlalu sibuk melakukan semua pekerjaan yang harus saya kerjaan. Diapun sangat kesulitan untuk menghubungi saya. Dan dia mengatakan kangen dan sedih.


Ketika saya kembali lagi ke Jakarta dengan sebuah janji dalam diri saya, bahwa saya akan menemani V sepenuhnya dan melewati hari-hari yang menyenangkan. Tapi ternyata dia sudah memiliki perilaku yang cukup berbeda. Dan akhirnya dia mengaku bahwa SEMUA HAL YANG DIA LAKUKAN ITU KARENA DIA SEDANG PDKT.


PPPPUUUUUFFFFTTTTTT!!! Semua perasaan sayang, suka, bersalah, HILANG digantikan dengan perasaan LEGA karena saya hampir salah dalam memilih partner saya.


Dapatkah Anda membayangkan bahwa ketika wanita begitu baik dan perhatian terhadap Anda, itu sebenarnya ternyata hanya untuk menimbulkan rasa suka dalam diri Anda. Dapatkah Anda bayangkan bahwa Anda akan berpacaran dengan orang yang berbeda sikapnya dari sewaktu masa-masa PDKT.


Yang ideal adalah apabila dalam hubungan Anda dan pasangan Anda menjadi justru malah bersikap lebih baik dan lebih perhatian satu sama lain, daripada ketika masa-masa PDKT. Namun kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya. Dan dinamika hubungan yang terjadi akan menjadi kacau. Mulai adanya perselingkuhan, tidak lagi saling peduli, dll.


Dari kedua cerita diatas dapat Anda ketahui bahwa ketika Anda melakukan pengorbanan di awal, bahkan sebelum hubungan itu terjadi hanya akan membawa itu kedua arah:
Hancur saat itu juga, karena itu jelas menunjukkan bahwa Anda NGAREP! Soal ngarep tidak akan saya bahas disini karena sudah di bahas di begitu banyak artikel lainnya.
Hancur di kemudian hari, baik bentuknya adalah putus ataupun jenis hubungan yang tidak berkualitas dan berantakan.
Bersikaplah seperti biasanya seperti ketika Anda bergaul dengan orang lain. Karena ketika Anda berusaha menunjukkan diri Anda yang suka berkorban demi dirinya, bagi sang wanita itu adalah hal NORMAL! Itu adalah kewajiban Anda karena Anda yang mengejarnya!


Maka ketika Anda berdua menjalani hubungan pacaran, sang wanita akan mengharapkan lebih karena dia sekarang adalah pacar Anda. Pengorbanan Anda harus lebih besar dari pada sewaktu masih PDKT. Ketika Anda sudah habis-habisan di masa PDKT, APALAGI YANG AKAN ANDA KORBANKAN KETIKA PACARAN?


Akhirnya harga diri Anda pun dikorbankan.


Lanjutkan ke paragraf berikutnya hanya jika Anda sudah mengerti apa yang saya tuliskan di atas.


Sampai saat ini saya hanya menemukan 2 cara terbaik untuk menghindari 2 kehancuran di atas.
Bersikaplah seperti biasa ketika bertemu dengan wanita, lakukan padanya hal-hal yang juga Anda lakukan pada orang lain. Dengan kata lain: biasa saja, jangan berlebihan!


Mulailah berinvestasi untuk diri Anda. Kalau selama ini Anda rela berkorban untuk para wanita yang nantinya akan pergi dari hidup Anda, kenapa Anda tidak mau berinvestasi untuk diri Anda sendiri yang akan selalu menemani Anda sampai liang kubur?
Ketika Anda melakukan sesuatu untuk wanita di luar sana itulah artinya berkorban, tapi apabila Anda melakukannya untuk diri Anda sendiri itu adalah investasi.


Apakah Anda ingin berkorban atau berinvestasi?


kUTIPAN : Sins Aeschylus
Hitmansystem.com

LANSIA DENGAN OSTEOPOROSIS

Definisi
1. Atrofi otot
Massa otot mulai berkurang kesiapannya pada suatu angka 6% setelah usia 30 tahun. Kekuatan statis dan dinamis otot berkurang 5% setelah usia 45 tahun. Sedangkan endurance otot akan berkurang 1% tiap tahunnya (Budiharjo, 2005).
Kolagen berfungsi sebagai protein pendukung utama pada kulit, tendon, tulang, kartilago dan jaringan pengikat. Akibat penuaan, kolagen mengalami perubahan menjadi bentangan yang tidak teratur dan menyebabkan penurunan hubungan tarikan linier. Penurunan ini menyebabkan tensile strength kolagen mulai menurun. Perubahan pada kolagen ini dapat menimbulkan penurunan kekuatan otot. Sedangkan otot sendiri mengalami penurunan jumlah dan ukuran serabut otot, dan hal ini juga menyebabkan penurunan kekuatan otot. Kelambanan serabut otot reaksi cepat (tipe II) sering terjadi pada manula (Pudjiastuti, 2003).
Komposisi otot berubah sepanjang waktu manakala miofibril digantikan oleh lemak, kolagen dan jaringan parut. Aliran darah ke otot berkurang sejalan dengan menuanya seseorang, diikuti dengan berkurangnya jumlah nutrien dan energi yang tersedia untuk otot sehingga kekuatan otot berkurang. Pada usia 60 tahun, kehilangan total adalah 10-20% dari kekuatan otot yang dimiliki pada usia 30 tahun (Soedjono, 2000). Manula mengalami atropi otot, disamping sebagai akibat berkurangnya aktifitas, juga seringkali akibat gangguan metabolik atau denervasi syaraf (Darmojo, 2004).
Lansia mengalami penurunan pada sistem muskuloskeletal. Salah satu diantaranya adalah penurunan kekuatan otot yang disebabkan oleh penurunan massa otot (atropi otot). Ukuran otot mengecil dan penurunan massa otot lebih banyak terjadi pada ekstrimitas bawah. Sel otot yang mati digantikan oleh jaringan ikat dan lemak. Kekuatan atau jumlah daya yang dihasilkan oleh otot menurun dengan bertambahnya usia. Kekuatan otot ekstrimitas bawah berkurang sebesar 40% antara usia 30 sampai 80 tahun (Gunarto, 2005).
Hubungan kekuatan otot dan keseimbangan Postural Manula
Menurut (Nugroho, 2000) penurunan sistem muskuloskeletal pada manula mempunyai peran yang sangat besar terhadap terjadinya jatuh pada manula atau dapat dikatakan bahwa faktor penurunan sistem muskuloskeletal ini murni milik manula yang mempunyai pengaruh terhadap keseimbangan postural. Atrofi otot yang terjadi pada manula menyebabkan penurunan kekuatan otot, terutama otot-otot ekstrimitas bawah. Kelemahan otot ekstrimitas bawah ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan postural. Hal ini dapat mengakibatkan kelambanan bergerak, langkah pendek-pendek, penurunan irama, kaki tidak dapat menapak dengan kuat dan cenderung tampak goyah, susah atau terlambat mengantisipasi bila terjadi gangguan seperti terpeleset dan tersandung. Beberapa indikator ini dapat meningkatkan resiko jatuh pada manula.

Jatuh merupakan salah satu masalah utama manula, yang disebabkan faktor intrinsik: gangguan gaya berjalan, kelemahan otot-otot kaki, kekakuan sendi, sinkop/ hilang kesadaran sejenak dan dizziness atau goyang, atau faktor ekstrinsik yang menjadi penyebabnya: lantai yang licin dan tidak rata, tersandung benda-benda, cahaya kurang terang sehingga terganggu penglihatannya, dan sebagainya (Setianto, 2004)
Jatuh pada manula biasanya menimbulkan komplikasi-komplikasi, antara lain:
Rusaknya jaringan lunak yang terasa sangat sakit berupa robek atau tertariknya jaringan otot, robeknya arteri atau vena.
Patah tulang.
Hematoma.
Disabilitas atau kecacatan.
Meninggal.
Oleh karena itu, manula harus dicegah agar tidak jatuh dengan cara mengidentifikasi faktor resiko, menilai dan mengawasi keseimbangan dan gaya berjalan, mengatur serta mengatasi faktor situasional. Prinsip mencegah kejadian jatuh pada manula sangat penting dan lebih utama daripada mengobati akibat yang ditimbulkan (Nugroho, 2000).
2. osteoporosis

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium danfosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang. Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

Penyebab :

1. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.

2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

Gejala :

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita tidak memiliki gejala Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk. Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan. Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan. Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit. Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh.Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul. Hal yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

Diagnosa :

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis. Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna untuk:
- wanita yang memiliki resiko tinggi menderita osteoporosis
- penderita yang diagnosisnya belum pasti
- penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.


Pengobatan :

Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang.Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi. Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya. Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis. Alendronat berfungsi:
- mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
- meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
- mengurangi angka kejadian patah tulang. Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain. Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya. Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu. Kalsitonin dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung. Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan. Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi.Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron. Patah tulang karena osteoporosis harus diobati.Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan fisioterapi

Pencegahan :

Pencegahan osteoporosis meliputiMempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup Melakukan olah raga dengan bebanMengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu). Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua wanita minum tablet kalsium setiap hari, dosis harian yang dianjurkan adalah 1,5 gram kalsium. Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang.


Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang. Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapitidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim. Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

1.1. Pengkajian Atrofi

A. Pemeriksaan fungsi motorik
• Pemeriksaan kekuatan otot
Pemeriksaan kekuatan otot dapat dilakukan dengan menggunakan pengujian otot secara manual (manual muscle testing MMT). Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan mengontraksikan kelompok otot secara volunter.

• Prosedur pelaksanan MMT
a. Lansia diposisikan sedemikan rupa sehingga otot mudah berkontraksi sesuai dengan kekuatannya
b. Bagian tubuh yang dites harus terbebas dari pakaian
c. Berikan penjelasan dan contoh gerakan yang harus dilakukan
d. Lansia mengkontraksikan ototnya dan stabilisasi diberikan pada segmen proksimal
e. Selama terjadi kontraksi, gerakan yang terjadi diobservasi, baik palpasi pada tendon atau perut otot
f. Memberikan tahanan pada otot yang bergerak dengan luas gerak sendi penuh
g. Melakukan pencatatan hasil MMT

Kriteria hasil pemeriksaan MMT
a. normal (5) : mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh, melawan gravitasi dan melawan tahan maksimal .
b. good (4) : mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh melawan gravitasi dan melawan tahanan sedang (moderat)
c. fair (3) : mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh dan melawan gravitasi tanpa tahanan.
d. poor (2) : mampu bergerak dengan luas gerak sendi penuh tanpa melawan gravitasi
e. Tr
ace (1) : tidak ada gerakan sendi, tetapi kontraksi otot dapat dipalpasi
f. zero (0): kontraksi otot tidak terdeteksi dengan palpasi

B. Pemeriksaan tonus otot
Tonus otot adalah ketegangan minimal suatu otot dalam keadaan istirahat. Dapat diperiksa dengan beberapa cara yaitu dengan palpasi, gerakan pasien dan vibrasi.


C. Pemeriksaan luas garak sendi
Luas gerak sendi (LGS) merupakan luas gerak sendi yang dapat dilakukan oleh suatu sendi. Tujuan pemeriksaan LGS adalah untuk mengetahui besarnya LGS suatu sendi dan membandingkannya dengan LGS sendi yang normal, membantu diagnosis dan menentukan fungsi sendi.

Pengukuran LGS menggunakan Goniometer:
a. Posisi awal posisi anatomi, yaitu tubuh tegak, lengan lurus di samping tubuh, lengan bawah dan tangan menghadap bawah.
b. Sendi yang di ukur harus terbuka
c. Berikan penjelasan dan contoh gerakan
d. Berikan gerakan pasif 2 atau 3 kali
e. Berikan stabilisasi pada segmen bagian proksimal
f. Tentukan aksis gerakan baik secara aktif/pasif
g. Letakkan tangkai goniometer yang static parallel dengan aksis longitudinal
h. Pastikan aksis goniometer tepat pada aksis gerakan sendi
i. Baca dan catat hasil pemeriksaan LGS

D. Pemeriksaan postur
Pemeriksaan postur di lakukan dengan cara inspeksi pada posisi berdiri. Pada posisi tersebut postur yang baik/ normal dapat terlihat dengan jelas. Dari samping, tampak telinga, akromium, trunk, trokanter mayor, patela bagian posterior dan maleolus lateralis aada dalam satu garis lurus.

E. Pemeriksaan kemampuan fungsional
Ada beberapa system penilaian yang dikembangkan dalam pemeriksaan kemampuan fungsional.
a. Indeks Barthel yang dimodifikasi.
b. Indeks Katz
C. Indeks kenny-self care
d. Indeks ADL

1.4 Diagnosa Keperawatan

a. G3 mobilisasi b/d penurunan kekuatan dan ketahanan otot
b. Potensi cedera fisik b/d penurunan fungsi tubuh

1.5 Intervensi
Tentukan kemampuan fungsional ( skala 0-4 )
catat respon emosional/tingkah laku untuk mengubah kemampuan
Rencanakan aktivitas dan periode istirahat
Berikan latihan ROM


B. Pengkajian osteoporosis

Untuk mengidentifikasi resiko pasien dan pengenalan masalah-masalah yang berkaitan dengan osteporosis, wawancara pasien mengenai riwayat keluarga, fraktur yang terjadi sebelumnya, kebiasaan diet, pola olah raga, awitan menopause dan penggunaan steroid

Amati terhadap fraktur, kifosis thorakal atau pemendekan batang tubuh saat melakukan pemeriksaan fisik

Riwayat dislokasi pada wanita post menopouse atau kondisi yang diketahui sebagai penyebab sekunder osteoporosis. Pasien (biasanya wanita tua) mungkin melaporkan penurunan kemampuan untuk mengangkat . Pasien mengatakan nyeri beberapa lama sampai beberapa tahun. Jika pasien mempunyai kolab vertebra, pasien merasakan nyeri punggung dan nyeri menjalar ke tubuh. Selain itu didapatkan :




Diagnosa keperawatan dan intervensi

.1 Nyeri berhubungan dengan fraktur dan spasme otot

INTERVENSI KEPERAWATAN :

1. Ajarkan cara menghilangkan nyeri punggung melalui tirah baring dan pengunaan matras yang keras dan tidak menggulung

2. Instruksikan pasien untuk menggerakkan trunkusnya sebagai satu unit dan hindari memutar ; berikan dorongan untuk melakukan postur tubuh yang baik dan melanik tubuh yang baik

3. Pasang korset lumbosakral untuk menyangga sementara ketika turun dari tempat tidur

4. Berikan analgesik narkotik oral saat awitan nyeri punggung ; gati menjadi analgesik non narkotik setelah beberapa hari


2. Resiko terhadap cedera; fraktur yang berhubungan dengan osteoporosis tulang

INTERVENSI KEPERAWATAN :

1. Tingkatkan aktivitas fisik untuk menguatkan otot, mencegah atropi disuse, dan hambat demineralisasi tulang progresif.

2. Berikan dorongan untuk melakukan latihan isometrik untuk menguatkan otot-otot trunkus

3. Berikan dorongan untuk berjalan, penggunaan mekanik tubuh yang baik, dan postur tubuh yang benar

4. Hindari membungkuk tiba-tiba, gerakan mendadak, dan mengangkat berat

5. Berikan dorongan untuk melakukan aktivitas diluar rumah di bawah sinar matahari untuk meningkatkan kemampuan tubuh memproduksi vitamin D


BAB IV
P E N U T U P

Kesimpulan

Sistem musculoskeletal meliputi tulang, persendian, otot, tendon dan bursa. Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25 % berat badan. Struktur tulang memberikan perlindungan terhadap organ – organ penting dalam tubuh seperti jantung, paru, otak. Tulang berfungsi juga memberikan bentuk serta tempat melekatnya otot sehingga tubuh kita dapat bergerak, disamping itu tulang berfungsi sebagai penghasil sel darah merah dan sel darah putih ( tepatnya di sumsum tulang ) dalam proses yang disebut hematopoesis.
Tubuh kita tersusun dari kurang lebih 206 macam tulang, dalam tubuh kita ada 4 katagori yaitu tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tidak beraturan.

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium danfosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat. Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang. Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.


Referensi :

Bahar. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Jakarta. FKUI.

Boedhi Darmojo & Hadi Martono. 1999. Buku Ajar Geriatri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Lemone & Burke, 2001. Medical Surgical Nursing; Critical Thinking in Client Care, Third Edition, California : Addison Wesley Nursing.

Luecknote, Annete Giesler. 1994. Pengkajian Gerontologi. Jakarta : EGC

Nugroho, Wahyudi. 1999. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Stanhope, Knollmueler. 1995. Buku Saku Keperawatan Komunitas dan Kesehatan Rumah. Jakarta . EGC

Watson, Roger. 2003. Perawatan Pada Lansia. Jakarta : EG

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

PENGERTIAN
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. (Smeltzer,2001)
Menurut WHO ( 1978 ), tekanan darah sama dengan atau diatas 160 / 95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi.
KLASIFIKASI
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : ( Darmojo, 1999 )
Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg
Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.
Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI, 1997) sebagai berikut :
No
Kategori               Optimal    Normal     High Normal    Hipertensi
     Grade 1       Grade 2      Grade 3        Grade 4
    (ringan)      (sedang)      (berat)     (sangat berat)
Sistolik(mmHg)          <120     120 – 129    130 - 139      140 – 159     160 – 179    180 – 209        >210
Diastolik(mmHg)         <80       80 – 84     85 – 89         90 – 99      100 – 109    100 – 119        >120


Kalsifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu :
Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya
Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain
ETIOLOGI
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan – perubahan pada :
Elastisitas dinding aorta menurun
Katub jantung menebal dan menjadi kaku
Kemampuan jantung memompa darah menurun
1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karenakurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
Faktor keturunan
Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi
Ciri perseorangan
Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah:
Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat )
Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan )
Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )
Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah :
Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr )
Kegemukan atau makan berlebihan
Stress
Merokok
Minum alkohol
Minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin )
Sedangkan penyebab hipertensi sekunder adalah :
Ginjal
Glomerulonefritis
Pielonefritis
Nekrosis tubular akut
Tumor
Vascular
Aterosklerosis
Hiperplasia
Trombosis
Aneurisma
Emboli kolestrol
Vaskulitis
Kelainan endokrin
DM
Hipertiroidisme
Hipotiroidisme
Saraf
Stroke
Ensepalitis
SGB
Obat – obatan
Kontrasepsi oral
Kortikosteroid
PATOFISIOLOGI / PATHWAY
Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi.
Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer, 2001).
Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya “hipertensi palsu” disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo, 1999).
PATHWAY ( terlampir )
TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi :
Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur.
Gejala yang lazim
Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.
Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :
Mengeluh sakit kepala, pusing
Lemas, kelelahan
Sesak nafas
Gelisah
Mual
Muntah
Epistaksis
Kesadaran menurun
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hemoglobin / hematokrit
Untuk mengkaji hubungan dari sel – sel terhadap volume cairan ( viskositas ) dan dapat mengindikasikan factor – factor resiko seperti hiperkoagulabilitas, anemia.
BUN : memberikan informasi tentang perfusi ginjal
Glukosa
Hiperglikemi ( diabetes mellitus adalah pencetus hipertensi ) dapat diakibatkan oleh peningkatan katekolamin ( meningkatkan hipertensi )
Kalium serum
Hipokalemia dapat megindikasikan adanya aldosteron utama ( penyebab ) atau menjadi efek samping terapi diuretik.
Kalsium serum
Peningkatan kadar kalsium serum dapat menyebabkan hipertensi
Kolesterol dan trigliserid serum
Peningkatan kadar dapat mengindikasikan pencetus untuk / adanya pembentukan plak ateromatosa ( efek kardiovaskuler )
Pemeriksaan tiroid
Hipertiroidisme dapat menimbulkan vasokonstriksi dan hipertensi
Kadar aldosteron urin/serum
Untuk mengkaji aldosteronisme primer ( penyebab )
Urinalisa
Darah, protein, glukosa mengisyaratkan disfungsi ginjal dan atau adanya diabetes.
Asam urat
Hiperurisemia telah menjadi implikasi faktor resiko hipertensi
Steroid urin
Kenaiakn dapat mengindikasikan hiperadrenalisme
IVP
Dapat mengidentifikasi penyebab hieprtensiseperti penyakit parenkim ginjal, batu ginjal / ureter
Foto dada
Menunjukkan obstruksi kalsifikasi pada area katub, perbesaran jantung
CT scan
Untuk mengkaji tumor serebral, ensefalopati
EKG
Dapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan, gangguan konduksi, peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi
PENATALAKSANAAN
Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.
Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi :
Terapi tanpa Obat
Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. Terapi tanpa obat ini meliputi :
Diet
Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :
Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr
Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh
Penurunan berat badan
Penurunan asupan etanol
Menghentikan merokok
Latihan Fisik
Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu :
Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging, bersepeda, berenang dan lain-lain
Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan.
Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit berada dalam zona latihan
Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu
Edukasi Psikologis
Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi :
Tehnik Biofeedback
Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal.
Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain, juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan.
Tehnik relaksasi
Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks
Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan )
Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Terapi dengan Obat
Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( JOINT NATIONAL COMMITTEE ON DETECTION, EVALUATION AND TREATMENT OF HIGH BLOOD PRESSURE, USA, 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika, penyekat beta, antagonis kalsium, atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan penderita dan penyakit lain yang ada pada penderita.
Pengobatannya meliputi :
Step 1
Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca antagonis, ACE inhibitor
Step 2
Alternatif yang bisa diberikan :
Dosis obat pertama dinaikkan
Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama
Ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker, Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator
Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh
Obat ke-2 diganti
Ditambah obat ke-3 jenis lain
Step 4 : Alternatif pemberian obatnya
Ditambah obat ke-3 dan ke-4
Re-evaluasi dan konsultasi
Follow Up untuk mempertahankan terapi
Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( perawat, dokter ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut :
Setiap kali penderita periksa, penderita diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya
Bicarakan dengan penderita tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya
Diskusikan dengan penderita bahwa hipertensi tidak dapat sembuh, namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas
Yakinkan penderita bahwa penderita tidak dapat mengatakan tingginya tekanan darah atas dasar apa yang dirasakannya, tekanan darah hanya dapat diketahui dengan mengukur memakai alat tensimeter
Penderita tidak boleh menghentikan obat tanpa didiskusikan lebih dahulu
Sedapat mungkin tindakan terapi dimasukkan dalam cara hidup penderita
Ikutsertakan keluarga penderita dalam proses terapi
Pada penderita tertentu mungkin menguntungkan bila penderita atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah
Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x sehari
Diskusikan dengan penderita tentang obat-obat anti hipertensi, efek samping dan masalah-masalah yang mungkin terjadi
Yakinkan penderita kemungkinan perlunya memodifikasi dosis atau mengganti obat untuk mencapai efek samping minimal dan efektifitas maksimal
Usahakan biaya terapi seminimal mungkin
Untuk penderita yang kurang patuh, usahakan kunjungan lebih sering
Hubungi segera penderita, bila tidak datang pada waktu yang ditentukan.
Melihat pentingnya kepatuhan pasien dalam pengobatan maka sangat diperlukan sekali pengetahuan dan sikap pasien tentang pemahaman dan pelaksanaan pengobatan hipertensi.
PENGKAJIAN
Aktivitas / istirahat
Gejala :
Kelemahan
Letih
Napas pendek
Gaya hidup monoton
Tanda :
Frekuensi jantung meningkat
Perubahan irama jantung
Takipnea
Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner / katup, penyakit serebrovaskuler
Tanda :
Kenaikan TD
Nadi : denyutan jelas
Frekuensi / irama : takikardia, berbagai disritmia
Bunyi jantung : murmur
Distensi vena jugularis
Ekstermitas
Perubahan warna kulit, suhu dingin( vasokontriksi perifer ), pengisian kapiler mungkin lambat
Integritas Ego
Gejala : Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, depresi, euphoria, marah, faktor stress multiple ( hubungsn, keuangan, pekerjaan )
Tanda :
Letupan suasana hati
Gelisah
Penyempitan kontinue perhatian
Tangisan yang meledak
otot muka tegang ( khususnya sekitar mata )
Peningkatan pola bicara
Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau yang lalu ( infeksi, obstruksi, riwayat penyakit ginjal )
Makanan / Cairan
Gejala :
Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam, lemak dan kolesterol
Mual
Muntah
Riwayat penggunaan diuretik
Tanda :
BB normal atau obesitas
Edema
Kongesti vena
Peningkatan JVP
glikosuria
Neurosensori
Gejala :
Keluhan pusing / pening, sakit kepala
Episode kebas
Kelemahan pada satu sisi tubuh
Gangguan penglihatan ( penglihatan kabur, diplopia )
Episode epistaksis
Tanda :
Perubahan orientasi, pola nafas, isi bicara, afek, proses pikir atau memori ( ingatan )
Respon motorik : penurunan kekuatan genggaman
Perubahan retinal optik
Nyeri/ketidaknyamanan
Gejala :
nyeri hilang timbul pada tungkai
sakit kepala oksipital berat
nyeri abdomen
Pernapasan
Gejala :
Dispnea yang berkaitan dengan aktivitas
Takipnea
Ortopnea
Dispnea nocturnal proksimal
Batuk dengan atau tanpa sputum
Riwayat merokok
Tanda :
Distress respirasi/ penggunaan otot aksesoris pernapasan
Bunyi napas tambahan ( krekles, mengi )
Sianosis
Keamanan
Gejala : Gangguan koordinasi, cara jalan
Tanda : Episode parestesia unilateral transien
Pembelajaran / Penyuluhan
Gejala :
Factor resiko keluarga ; hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung, DM , penyakit serebrovaskuler, ginjal
Faktor resiko etnik, penggunaan pil KB atau hormon lain
Penggunaan obat / alkohol
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular
Tujuan :
Tidak terjadi penurunan curah jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam.
Kriteria hasil :
Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan TD
Mempertahankan TD dalam rentang yang dapat diterima
Memperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil
Intervensi :
Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan manset dan tehnik yang tepat
Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer
Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas
Amati warna kulit, kelembaban, suhu dan masa pengisian kapiler
Catat edema umum
Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas, batasi jumlah pengunjung.
Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditempat tidur/kursi
Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher, meninggikan kepala tempat tidur.
Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan
Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi
Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi
Diuretik Tiazid misalnya klorotiazid ( Diuril ), hidroklorotiazid ( esidrix, hidrodiuril ), bendroflumentiazid ( Naturetin )
Diuretic Loop misalnya Furosemid ( Lasix ), asam etakrinic ( Edecrin ), Bumetanic ( Burmex )
Diuretik hemat kalium misalnay spironolakton ( aldactone ), triamterene ( Dyrenium ), amilioride ( midamor )
Inhibitor simpatis misalnya propanolol ( inderal ), metoprolol ( lopressor ), Atenolol ( tenormin ), nadolol ( Corgard ), metildopa ( aldomet ), reserpine ( Serpasil ), klonidin ( catapres )
Vasodilator misalnya minoksidil ( loniten ), hidralasin ( apresolin ), bloker saluran kalsium ( nivedipin, verapamil )
Anti adrenergik misalnya minipres, tetazosin ( hytrin )
Bloker nuron adrenergik misalnya guanadrel ( hyloree ), quanetidin ( Ismelin ), reserpin ( Serpasil )
Inhibitor adrenergik yang bekerja secara sentral misalnya klonidin ( catapres ), guanabenz ( wytension ), metildopa ( aldomet )
Vasodilator kerja langsung misalnya hidralazin ( apresolin ), minoksidil, loniten
Vasodilator oral yang bekerja secara langsung misalnya diazoksid ( hyperstat ), nitroprusid ( nipride, nitropess )
Bloker ganglion misalnya guanetidin ( ismelin ), trimetapan ( arfonad ), ACE inhibitor ( captopril, captoten )
Nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral
Tujuan :
Nyeri atau sakit kepala hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
Kriteria hasil :
Pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala
Pasien tampak nyaman
TTV dalam batas normal
Intervensi :
Pertahankan tirah baring, lingkungan yang tenang, sedikit penerangan
Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan
Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan
Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin
Beri tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala seperti kompres dingin pada dahi, pijat punggung dan leher, posisi nyaman, tehnik relaksasi, bimbingan imajinasi dan distraksi
Hilangkan / minimalkan vasokonstriksi yang dapat meningkatkan sakit kepala misalnya mengejan saat BAB, batuk panjang, membungkuk
Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi : analgesik, antiansietas (lorazepam, ativan, diazepam, valium )
Resiko perubahan perfusi jaringan: serebral, ginjal, jantung berhubungan dengan adanya tahanan pembuluh darah
Tujuan :
Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan : serebral, ginjal, jantung setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
Kriteria hasil :
Pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yang membaik seperti ditunjukkan dengan : TD dalam batas yang dapat diterima, tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, nilai-nilai laboratorium dalam batas normal.
Haluaran urin 30 ml/ menit
Tanda-tanda vital stabil
Intervensi :
Pertahankan tirah baring
Tinggikan kepala tempat tidur
Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan; tidur, duduk dengan pemantau tekanan arteri jika tersedia
Ambulasi sesuai kemampuan; hindari kelelahan
Amati adanya hipotensi mendadak
Ukur masukan dan pengeluaran
Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai program
Pantau elektrolit, BUN, kreatinin sesuai program
Intoleransi aktifitas berhubungan penurunan cardiac output
Tujuan :
Tidak terjadi intoleransi aktifitas setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
Kriteria hasil :
Meningkatkan energi untuk melakukan aktifitas sehari – hari
Menunjukkan penurunan gejala – gejala intoleransi aktifitas
Intervensi :
Berikan dorongan untuk aktifitas / perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. Berikan bantuan sesuai kebutuhan
Instruksikan pasien tentang penghematan energi
Kaji respon pasien terhadap aktifitas
Monitor adanya diaforesis, pusing
Observasi TTV tiap 4 jam
Berikan jarak waktu pengobatan dan prosedur untuk memungkinkan waktu istirahat yang tidak terganggu, berikan waktu istirahat sepanjang siang atau sore
Gangguan pola tidur berhubungan adanya nyeri kepala
Tujuan :
Tidak terjadi gangguan pola tidur setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
Kriteria hasil :
Mampu menciptakan pola tidur yang adekuat 6 – 8 jam per hari
Tampak dapat istirahat dengan cukup
TTV dalam batas normal
Intervensi :
Ciptakan suasana lingkungan yang tenang dan nyaman
Beri kesempatan klien untuk istirahat / tidur
Evaluasi tingkat stress
Monitor keluhan nyeri kepala
Lengkapi jadwal tidur secara teratur
Berikan makanan kecil sore hari dan / susu hangat
Lakukan masase punggung
Putarkan musik yang lembut
Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi
Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan adanya kelemahan fisik.
Tujuan :
Perawatan diri klien terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria hasil :
Mampu melakukan aktifitas perawatan diri sesuai kemampuan
Dapat mendemonstrasikan tehnik untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri
Intervensi :
Kaji kemampuan klien untuk melakukan kebutuhan perawatan diri
Beri pasien waktu untuk mengerjakan tugas
Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri
Berikan umpan balik yang positif untuk setiap usaha yang dilakukan klien / atas keberhasilannya
Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional sekunder adanya hipertensi yang diderita klien
Tujuan:
Kecemasan hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria hasil :
Klien mengatakan sudah tidak cemas lagi / cemas berkurang
Ekspresi wajah rilek
TTV dalam batas normal
Intervensi :
Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku misalnya kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan
Catat laporan gangguan tidur, peningkatan keletihan, kerusakan konsentrasi, peka rangsang, penurunan toleransi sakit kepala, ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah
Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya
Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan beri dorongan partisipasi maksimum dalam rencana pengobatan
Dorong pasien untuk mengevaluasi prioritas atau tujuan hidup
Kaji tingkat kecemasan klien baik secara verbal maupun non verbal
Observasi TTV tiap 4 jam
Dengarkan dan beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaanya
Berikan support mental pada klien
Anjurkan pada keluarga untuk memberikan dukungan pada klien
Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit
Tujuan :
Klien terpenuhi dalam informasi tentang hipertensi setelah dilakukan tindakan ekperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria hasil:
Pasien mengungkapkan pengetahuan akan hipertensi
Melaporkan pemakaian obat-obatan sesuai program
Intervensi :
Jelaskan sifat penyakit dan tujuan dari pengobatan dan prosedur
Jelaskan pentingnya lingkungan yang tenang, tidak penuh dengan stress
Diskusikan tentang obat-obatan : nama, dosis, waktu pemberian, tujuan dan efek samping atau efek toksik
Jelaskan perlunya menghindari pemakaian obat bebas tanpa pemeriksaan dokter
Diskusikan gejala kambuhan atau kemajuan penyulit untuk dilaporkan dokter : sakit kepala, pusing, pingsan, mual dan muntah.
Diskusikan pentingnya mempertahankan berat badan stabil
Diskusikan pentingnya menghindari kelelahan dan mengangkat berat
Diskusikan perlunya diet rendah kalori, rendah natrium sesuai program
Jelaskan penetingnya mempertahankan pemasukan cairan yang tepat, jumlah yang diperbolehkan, pembatasan seperti kopi yang mengandung kafein, teh serta alcohol
Jelaskan perlunya menghindari konstipasi dan penahanan
Berikan support mental, konseling dan penyuluhan pada keluarga klien

ASKEP GERONTIK HIPERTENSI

ASUHAN KEPERAWATAN
USILA DENGAN HIPERTENSI
1. Pengertian
Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang ditandai adanya tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih tinggi 90 mmHg.

2. Etiologi
Hipertensi dapat disebabkan oleh interaksi bermacam-macam faktor antara lain:
- Kelelahan - Proses penuaan
- Keturunan - Diet yang tidak seimbang
- Stress - Sosial budaya
Akibat/ komplikasi dari penyakit hipertensi:
Gagal jantung, gagal ginjal, stroke (kerusakan otak), kelumpuhan.

3. Patofisiologi
Kerja jantung terutama ditentukan oleh besarnya curah jantung dan tahanan perifer. Curah jantung pada penderita hipertensi umumnya normal. Kelainannya terutama pada peninggian tahanan perifer. Kenaikan tahanan perifer ini disebabkan karena vasokonstriksi arteriol akibat naiknya tonus otot polos pembuluh darah tersebut. Bila hipertensi sudah berjalan cukup lama maka akan dijumpai perubahan-perubahan struktural pada pembuluh darah arteriol berupa penebalan tunika interna dan hipertropi tunika media. Dengan adanya hipertropi dan hiperplasi, maka sirkulasi darah dalam otot jantung tidak mencukupi lagi sehingga terjadi anoksia relatif. Keadaan ini dapat diperkuat dengan adanya sklerosis koroner.

4. Tanda dan gejala
- Sakit kepala - Perdarahan hidung
- Vertigo - Mual muntah
- Perubahan penglihatan - Kesemutan pada kaki dan tangan
- Sesak nafas - Kejang atau koma
- Nyeri dada

1. Data dasar pengkajian klien dengan hipertensi
- Aktifitas/ istirahat
Gejala: Kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton
Tanda: Frekwensi jantung meningkat, perubahan irama jantung
- Sirkulasi
Gejala: Riwayat hipertensi, penyakit jantung koroner.
Tanda: Kenaikan tekanan darah, tachycardi, disarythmia.
- Integritas Ego
Gejala: Ancietas, depresi, marah kronik, faktor-faktor stress.
Tanda: Letupan suasana hati, gelisah, otot mulai tegang.
- Eliminasi
Riwayat penyakit ginjal, obstruksi.
- Makanan/ cairan
Gejala: Makanan yang disukai (tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kolesterol), mual, muntah, perubahan berat badan (naik/ turun), riwayat penggunaan diuretik.
Tanda: Berat badan normal atau obesitas, adanya oedem.
- Neurosensori
Gejala: Keluhan pusing berdenyut, sakit kepala sub oksipital, gangguan penglihatan.
Tanda: Status mental: orientasi, isi bicara, proses berpikir,memori, perubahan retina optik.
Respon motorik: penurunan kekuatan genggaman tangan.

- Nyeri/ ketidaknyamanan
Gejala: Angina, nyeri hilang timbul pada tungkai, nyeri abdomen/ masssa.
- Pernafasan
Gejala: Dyspnea yang berkaitan dengan aktifitas/ kerja, tacyhpnea, batuk dengan/ tanpa sputum, riwayat merokok.
Tanda: Bunyi nafas tambahan, cyanosis, distress respirasi/ penggunaan alat bantu pernafasan.
- Keamanan
Gejala: Gangguan koordinasi, cara brejalan.

2. Pemeriksaan Diagnostik
- Hb: untuk mengkaji anemia, jumlah sel-sel terhadap volume cairan (viskositas).
- BUN: memberi informasi tentang fungsi ginjal.
- Glukosa: mengkaji hiperglikemi yang dapat diakibatkan oleh peningkatan kadar katekolamin (meningkatkan hipertensi).
- Kalsium serum
- Kalium serum
- Kolesterol dan trygliserid
- Px tyroid
- Urin analisa
- Foto dada
- CT Scan
- EKG
Prioritas keperawatan:
- Mempertahankan/ meningkatkan fungsi kardiovaskuler.
- Mencegah komplikasi.
- Kontrol aktif terhadap kondisi.
- Beri informasi tentang proses/ prognose dan program pengobatan.

3. Pencegahan
a. Pencegahan Primer
Faktor resiko hipertensi antara lain: tekanan darah diatas rata-rata, adanya hipertensi pada anamnesis keluarga, ras (negro), tachycardi, obesitas dan konsumsi garam yang berlebihan dianjurkan untuk:
1. Mengatur diet agar berat badan tetap ideal juga untuk menjaga agar tidak terjadi hiperkolesterolemia, Diabetes Mellitus, dsb.
2. Dilarang merokok atau menghentikan merokok.
3. Merubah kebiasaan makan sehari-hari dengan konsumsi rendah garam.
4. Melakukan exercise untuk mengendalikan berat badan.

b. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dikerjakan bila penderita telah diketahui menderita hipertensi berupa:
- Pengelolaan secara menyeluruh bagi penderita baik dengan obat maupun dengan tindakan-tindakan seperti pada pencegahan primer.
- Harus dijaga supaya tekanan darahnya tetap dapat terkontrol secara normal dan stabil mungkin.
- Faktor-faktor resiko penyakit jantung ischemik yang lain harus dikontrol.
- Batasi aktivitas.

4. Kemungkinan Diagosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan:
Intoleran aktivitas sehubungan dengan kelemahan umum, ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan O2.
Tujuan/ kriteria:
- Berpartisipasi dalam aktifitas yang diinginkan/ diperlukan.
- Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktifitas yang dapat diukur.
- Menunjukkan penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologi.
Intervensi:
- Kaji respon terhadap aktifitas.
- Perhatikan tekanan darah, nadi selama/ sesudah istirahat.
- Perhatikan nyeri dada, dyspnea, pusing.
- Instruksikan tentang tehnik menghemat tenaga, misal: menggunakan kursi saat mandi, sisir rambut.
- Melakukan aktifitas dengan perlahan-lahan.
- Beri dorongan untuk melakukan aktifitas/ perawatan diri secara bertahap jika dapat ditoleransi.
- Beri bantuan sesuai dengan kebutuhan.

Diagnosa Keperawatan:
Nyeri (akut), sakit kepala sehubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.
Hasil yang diharapkan: melapor nyeri/ ketidaknyamanan berkurang.
Intervensi:
- Pertahankan tirah baring selama fase akut.
- Beri tindakan non farmakologik untuk menghilangkan nyeri seperti pijat punggung, leher, tenang, tehnik relaksasi.
- Meminimalkan aktifitas vasokonstriksi yang dapat meningkatkan nyeri kepala,misal: membungkuk, mengejan saat buang air besar.
- Kolaborasi dalam pemberian analgetika, anti ancietas.



I. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan fungsi motorik sekunder terhadap kerusakan neuron motorik atas.

Kriteria:
Klien akan menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas.
Intervensi:
1) Ajarkan klien untuk melakukan latihan rentang gerak aktif pada ekstremitas yang tidak sakit pada sedikitnya empat kali sehari.
R/ Rentang gerak aktif meningkatkan massa, tonus dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernafasan.
2) Lakukan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang sakit tiga sampai empat kali sehari. Lakukan latihan dengan perlahan untuk memberikan waktu agar otot rileks dan sangga ekstremitas di atas dan di bawah sendi untuk mencegah regangan pada sendi dan jaringan.
R/ Otot volunter akan kehilangan tonus dan kekuatannya bila tidak digunakan. Kontraktur pada otot fleksor dan adduktor dapat terjadi karena otot ini lebih kuat dari ekstensor dan abduktor.
3) Bila klien di tempat tidur lakukan tindakan untuk meluruskan postur tubuh.
R/ Mobilitas dan kerusakan fungsi neurosensori yang berkepanjangan dapat menyebabkan kontraktur permanen.
4) Siapkan mobilisasi progresif.
R/ Tirah baring lama atau penurunan volume darah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tiba-tiba (hipotensi orthostatik) karena darah kembali ke sirkulasi perifer. Peningkatan aktivitas secara bertahap akan menurunkan keletihan dan peningkatan tahanan.
5) Secara perlahan bantu klien maju dari ROM aktif ke aktivitas fungsional sesuai indikasi.
R/ Memberikan dorongan pada klien untuk melakukan secara teratur.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko tinggi terhadap cedera yang berhubungan dengan defisit lapang pandang, motorik atau persepsi.
Kriteria hasil:
- Mengidentifikasi faktor yang meningkatkan resiko terhadap cedera.
- Memperagakan tindakan keamanan untuk mencegah cedera.
- Meminta bantuan bila diperlukan.
Intervensi:
1) Lakukan tindakan untuk mengurangi bahaya lingkungan.
R/ Membantu menurunkan cedera.
2) Bila penurunan sensitifitas taktil menjadi masalah ajarkan klien untuk melakukan:
- Kaji suhu air mandi dan bantalan pemanas sebelum digunakan.
- Kaji ekstremitas setiap hari terhadap cedera yang tak terdeteksi.
- Pertahankan kaki tetap hangat dan kering serta kulit dilemaskan dengan lotion emoltion.
R/ Kerusakan sensori pasca CVA dapat mempengaruhi persepsi klien terhadap suhu.
3) Lakukan tindakan untuk mengurangi resiko yang berkenaan dengan pengunaan alat bantu.
R/ Penggunaan lat bantu yang tidak tepat atau tidak pas dapat meyebabkan regangan atau jatuh.
4) Anjurkan klien dan keluarga untuk memaksimalkan keamanan di rumah.
R/ Klein dengan masalah mobilitas, memerlukan pemasangan alat bantu ini.

Selasa, 26 April 2011

Benarkah Wanita Menyukai Pria Rromantis???

Apakah Anda tipe pria romantis? Kalau iya, maka silakan baca sampai habis. Kalau bukan, tidak apa-apa, baca saja terus agar Anda dapat belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dilakukan oleh banyak pria lainnya.

Semuanya bermula dari abad pertengahan di Eropa. Anda pasti pernah mendengar cerita tentang ksatria berkuda putih yang menempuh bermacam-macam rintangan dan berjuang mati-matian mempertaruhkan jiwa dan raga demi putri cantik jelita yang dicintainya.

Anda pasti pernah melihat adegan dimana seorang putri jelita di atas balkon istana memandang terharu kepada sang ksatria yang melantunkan puisi cinta dan mempersembahkan bunga sambil berlutut di bawah balkon tersebut.

Budaya ini disebut Chivalry. Seluruh hidup seorang Ksatria dipersembahkan untuk membela Raja dan sang wanita yang dicintainya. Chivalry adalah kode etik seorang Ksatria pada jaman itu.

Seiring dengan perkembangan jaman, chivalry mengalami perkembangan dan pergeseran. Anda bisa lihat di semua produk budaya dan media yang menjual kisah percintaan di dalamnya: lagu-lagu, film, buku, majalah dsb. Semua mengumbar chivalry dalam bentuk yang jauh lebih simple: ROMANTIS.

Saya bukan seorang budayawan atau antropolog, jadi saya tidak mengklaim bahwa teori saya mengenai asal-usul budaya romantis yang berasal dari chivalry itu akurat. Tapi satu hal yang saya tahu pasti: banyak pria yang berlagak seperti ksatria, mereka memiliki jiwa romantis dan memakai itu sebagai alat untuk mendapatkan wanita pujaannya.

Anda berkorban demi si wanita. Anda melakukan hal-hal yang Anda pikir akan bisa menyentuh hati si wanita. Anda membuat puisi, menulis lagu, melukis wajahnya, membuatkan website, membelikan barang-barang istimewa, Anda membawakan bunga, Anda mengajaknya candle light dinner, Anda mengatakan kata-kata puitis, Anda bahkan menunggunya bertahun-tahun. Anda menjadi Romantic Junkie.

Dulu saya dan Lex adalah salah satunya.

Anda bisa lihat salah satu tindakan romantis Lex di blog kami. Lex menciptakan satu lagu yang super mellow touchy dengan lirik yang super puitis yang menyentuh hati. Siapapun yang mendengarnya pasti akan berpikir: “mana mungkin ada wanita yang gak mau sama pria romantis kayak gini?”

Saya dulu biasa menulis puisi dan berbicara mengenai hal-hal romantis dengan wanita yang saya suka. Saya pernah tidak tidur 3 hari 3 malam hanya untuk merekam lagu ciptaan saya untuk diberikan kepada seorang wanita yang saya kejar sebelum dia pergi untuk kuliah di luar negeri.

Saya bahkan pernah 2 hari non stop menggambar beberapa image si wanita dan menaruhnya dalam sebuah website romantis penuh warna pink kesukaannya untuk hadiah ulang tahun.

Seorang peserta HSEW bercerita bahwa dia pernah membelikan 7 buah boneka lucu sebagai hadiah untuk wanita. Kenapa 7? Karena Snow White punya 7 buah kurcaci, maka 7 buah boneka tersebut diberikan sebagai tanda bahwa, “You are my Snow White.”

Kalau Anda sedang tidak dalam keadaan jatuh cinta, sedang tidak mengejar wanita, mungkin kedengarannya hal-hal di atas sangat menggelikan dan mengada-ada. Tapi buat yang sedang jatuh cinta dan ngarep pada wanita, pasti Anda bisa mengerti kenapa dulu kami melakukan hal-hal seperti itu.

Wanita selalu tersentuh ketika membaca buku, mendengar lagu dan menonton film yang romantis. Wanita selalu mengatakan bahwa mereka menginginkan pria yang romantis dan bisa mengekspresikan perasaannya.

Logikanya: Wanita suka dengan hal-hal romantis dan menyentuh hati, jadi kalau Anda memberikan semua hal itu maka otomatis si wanita akan suka pada Anda. Hal-hal itu membuktikan ketulusan perasaan Anda kepadanya. Dan Anda berusaha menunjukkan kepadanya bahwa hanya Anda satu-satunya pria yang mencintainya sedalam itu.

Apakah Anda setuju dengan pernyataan di atas?

Di film-film Hollywood dan drama Korea, kelihatannya hal-hal tersebut selalu berhasil. And it always seems so perfect!

SALAH BESAR!

Setelah menulis puluhan puisi, lagu dan punchlines romantis yang menyentuh hati, selama bertahun-tahun menjadi Ksatria Romantis, saya dan Lex tidak pernah mendapatkan hasil apa-apa selain ucapan “special thanks”!

Dan saya tidak pernah habis pikir! Saya tidak mengerti. Kenapa wanita-wanita itu tidak pernah mau mengerti dan menghargai ketulusan saya dan membalas perasaan saya? Tidakkah mereka lihat bahwa saya rela melakukan apa saja untuk mereka?

Dan ternyata alasannya begitu simple! Begitu simplenya sampai saya kesal dengan diri saya sendiri yang begitu bodoh dan tidak menyadari hal ini sedari dulu. Seharusnya itu bisa menyelamatkan saya dari masa-masa kelam ketika berlagak sebagai Ksatria Romantic Junkie.

Sekarang saya akan menjelaskannya khusus untuk Anda agar Anda tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Kalau Anda termasuk salah satu Ksatria Romantic Junkie, maka pastikan Anda sedang tidak sibuk sekarang dan berikan konsentrasi Anda sepenuhnya.

Wanita memang menyukai hal-hal romantis, karena wanita hidup dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh dongeng-dongeng, buku-buku dan film. Mereka memimpikan momen-momen romantis yang menyentuh hati. Mereka ingin mengalami momen-momen indah seperti yang mereka baca dan lihat lewat buku dan film.

Semua wanita ingin tahu bagimana rasanya membentangkan tangan dan dipeluk oleh pria di ujung kapal Titanic, sementara angin berhembus membelai rambut dan sayup-sayup terdengar lagu ‘My Heart Will Go On’. Mereka menunggu seumur hidupnya untuk momen-momen seperti itu! It’s their dream!

Tapi ada satu hal PENTING yang perlu Anda ketahui:

WANITA HANYA MENYUKAI HAL-HAL ROMANTIS DARI PRIA YANG DISUKAINYA!

Kalau dia SUDAH tertarik pada Anda terlebih dahulu maka dia akan sangat menyukai segala tindakan romantis yang Anda berikan. Bahkan hal-hal kecil sekalipun, seperti sms: “ndut jelek!” secara tiba-tiba, akan terasa sweet dan romantis bagi si wanita.

Tapi kalau dia sama sekali BELUM tertarik pada Anda, maka segala macam bentuk tindakan romantis Anda tidak akan menyentuh hatinya dan membuatnya menyukai Anda!
Kalau dia TIDAK tertarik pada Anda, maka segala tindakan romantis yang Anda lakukan; menunggunya bertahun-tahun, memberikan hadiah mahal, bunga, puisi, lagu dan candle light dinner hanya akan dipandangnya sebagai tindakan yang menggelikan dan ‘just another trick to get her’.

Wanita bisa membaca apakah Anda melakukan segala aksi romantis itu hanya karena Anda NGAREP dan berusaha membuatnya tertarik juga pada Anda, atau apakah Anda memang pria berkualitas yang membuatnya merasa spesial.

Wanita tahu apa motivasi Anda! Jadi jangan coba-coba mengelabui wanita dalam hal ini because you will fail miserably.

Coba ingat-ingat pengalaman Anda ketika ada wanita yang sama sekali tidak Anda suka ngarep pada Anda dan mulai memberikan aksi-aksi romantis; membawakan Anda makanan, membelikan Anda kado, menelpon Anda setiap hari, mengirim sms-sms romantis dan segala macam aksi lainnya.

Apakah Anda tiba-tiba jadi suka padanya hanya karena dia melakukan semua hal itu? Atau sebaliknya, Anda malah jadi malas dan menghindar? Silakan Anda jawab sendiri.

Jadi ingat baik-baik! Sangat penting bagi Anda untuk MEMASTIKAN apakah dia SUDAH tetarik pada Anda atau belum, sebelum Anda memutuskan untuk memberikan segala macam bentuk romantisme kepadanya.

Saya tahu banyak pria yang memiliki jiwa Ksatria Romantis (biasanya pria-pria yang berjiwa seni). Saya sama sekali tidak melarang Anda untuk melakukan aksi-aksi romantis. It’s fun, it’s sweet, it’s nice dan kalau dilakukan dengan tepat dapat meningkatkan hubungan Anda dengan si wanita ke tingkat yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Tapi, demi Leonardo DiCaprio, mulai hari ini lupakan tentang aksi romantis kalau si wanita saja TIDAK tertarik pada Anda! Itu tidak akan membuat Anda ke mana-mana!

Aksi romantis seharusnya adalah ekspresi perasaan bahagia karena Anda dan si wanita saling tertarik dan menyukai satu sama lain. Aksi romantis BUKAN merupakan ekspresi dari perasaan NGAREP dan mengemis berusaha membuat si wanita untuk tertarik kepada Anda!

Ketika wanita membayangkan momen romantis, ksatria berkuda putih yang membawa bunga dan memanjat dinding istana untuk menyelamatkannya, dia tidak membayangkan sosok Anda yang LOSSY dan NGAREP!

Yang ada dalam bayangannya adalah sosok pria yang berkualitas. Sosok pria yang bisa membuat hatinya bergetar. Sosok pria yang disukainya. Sosok Ksatria Sejati. Sosok pria GLOSSY.

Jadi lupakan dulu soal romantis-romantisan, dan fokuskan segala sumber daya yang Anda punya untuk meningkatkan diri Anda dan kepribadian Anda, supaya Anda bisa menjadi pria GLOSSY yang berkualitas dan disukai oleh wanita-wanita.

Setelah itu, baru Anda boleh bertanya pada saya tentang tips-tips romantis yang akan membuat si wanita mengalami momen spesial yang belum pernah dia alami selama hidupnya.

Kutipan : Kei Savourie,
hitmansystem.com

Cara Kenalan dengan Wanita Asing

Hampir semua permasalahan pria yang mengatakan sulit untuk membuka percakapan dengan wanita menarik disebabkan karena rasa takut dan intimidasi. Meskipun sebenarnya rasa takut ini adalah ilusi, tapi bagi banyak pria hal ini benar-benar mengganggu dan membuat mereka tidak pernah maju dalam membuka hubungan dengan wanita.

Rasa takut dan intimidasi itu wajar. Dan hal itu terjadi karena banyak pria belum terbiasa berinteraksi dengan wanita cantik dan menarik. Bagaimana mungkin Anda bisa bersikap normal dan wajar di hadapan wanita cantik dan menarik kalau Anda saja jarang sekali berinteraksi dengan mereka. Tubuh Anda, otak Anda dan emosi Anda belum terbiasa dengan pressure yang timbul ketika Anda berinteraksi dengan wanita cantik dan menarik.

Cara yang paling cepat untuk menghilangkan rasa takut dan intimidasi tersebut adalah dengan berinteraksi SEBANYAK-BANYAKNYA dengan wanita menarik!

Berinteraksi sebanyak-banyaknya dengan apa yang selama ini membuat Anda gugup. Trial and error. Dengan begitu Anda akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Tapi apa yang harus Anda lakukan kalau lingkungan Anda sangat kekurangan stok wanita menarik? Yah Anda keluar dan KENALAN dengan wanita-wanita asing yang menarik! Dan itu yang akan saya bagikan kali ini.

Mungkin banyak yang berpikir, “Ah kalo cuma kenalan doang, gue juga bisa.”

Okay, tapi seberapa banyak dari hasil kenalan Anda dengan wanita-wanita menarik yang kemudian benar-benar lanjut jadi teman atau malah lebih dari sekedar teman?

Sekarang coba bayangkan sebentar, Anda adalah wanita cantik dan menarik. Dalam hidup Anda sudah puluhan pria yang berusaha mendekati Anda. Anda sudah tau kalau pria mendekati Anda hanya karena ada maunya.

Dan ketika Anda lagi asik ngopi di cafĂ© menunggu seorang sahabat, tiba-tiba ada seorang pria asing yang entah darimana datang dan menghampiri Anda, lalu bertanya hal yang bodoh, seperti: “Hi, sendirian aja? Boleh kenalan?” Dan Anda akan berpikir, “Doh! Lo liat gue sendirian masih aja nanya..”

Sebagai wanita yang cantik dan menarik, apa perasaan dan reaksimu ketika hal seperti itu terjadi? Tentu Anda merasa bangga karena ada pria yang ingin berkenalan dengan Anda, itu membuktikan Anda memang menarik.

Tapi apakah itu membuat Anda jadi ingin berteman dengan mereka? Terutama setelah Anda tahu kalau dia tertarik pada Anda dan Anda jelas tidak tertarik padanya?

Jawab sendiri pertanyaan di atas sebelum melanjutkan.

Ketika berkenalan dengan wanita, ada 5 hal yang harus Anda ingat baik-baik:

1. Jangan gunakan kalimat kenalan standar.
Kalimat-kalimat seperti, “Lagi sendiri?”, “Hi, boleh kenalan.” dsb itu DILARANG KERAS Anda pakai ketika berkenalan dengan wanita.

Kenapa?

Karena wanita cantik dan menarik SUDAH SERING mendengar yang seperti itu. Standar. Tipikal. Boring. Dan jelas menujukkan Anda ingin kenalan dan tertarik padanya, yang mana akan membuat poisisinya langsung berada di atas Anda detik itu juga.

2. Ignore the autopilot.
Ketika Anda mendekati wanita asing, otomatis mereka akan langsung menunjukkan wajah siapa-loe-tiba-tiba-dateng-mo-ngapain-sih. Terkadang mereka juga memasang wajah agak kesal dan merasa terganggu.

Guys, itu wajar!

Meskipun si pria ganteng dan keren tapi tetap saja wanita akan memasang wajah itu sebagai sikap defense-nya yang paling awal. Anda juga akan memasang tampang seperti itu ketika ada orang asing yang mendekati Anda dan mengajak Anda berbicara. Sangat normal.

Jadi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk mundur. Terus maju. Hal itu tidak berarti apa-apa. Hanya autopilot.

3. Intro dengan skenario.
Kesalahan terbesar yang dilakukan pria-pria ketika memulai interaksi dengan wanita adalah: ketidaksiapan. Kalau Anda bukan playboy sejati atau orang yang benar-benar gaul dan jago berbicara, Anda harus datang dengan skenario yang sudah Anda siapkan.

Kedengarannya bodoh ketika Anda harus berbicara dengan orang memakai skenario yang sudah dipersiapkan dan dilatih, saya tahu ada banyak orang yang menentang ide ini.

Tapi hal ini akan SANGAT MEMBANTU Anda!

Ingat, selama ini Anda selalu gugup dan tidak tahu harus berbicara apa ketika berinteraksi dengan wanita cantik dan menarik. Kalau Anda tahu cara yang lama tidak berhasil, maka Anda harus rubah cara Anda.

Ketika Anda datang dengan skenario yang sudah dipersiapkan, Anda akan merasa lebih siap dan lebih rileks karena Anda tahu Anda yang akan memegang jalannya pembicaraan. Anda tahu respon-respon seperti apa yang akan Anda dapatkan. Anda tahu apa yang harus Anda katakan dan apa yang harus Anda lakukan. Semuanya sudah Anda persiapkan! Segalanya akan jadi lebih mudah.

Kembali ke point no. 1: persiapkan skenario yang tidak standar. Yang tidak memakai kalimat-kalimat membosankan yang sudah didengar wanita-wanita berkali-kali. Persiapkan skenario untuk sebuah PERCAKAPAN dan TIDAK MENUNJUKKAN Anda tertarik padanya.

Saya beri tahu satu tips menarik:

Cari topik yang menarik bagi wanita!

Wanita suka dengan topik tentang hubungan, pacaran, pria-wanita dsb. Dengan memakai tema itu, buatlah skenario Anda.

Salah satu contoh skenario:

“Hi. Sorry, gue cuma sebentar nih. Gue butuh opini wanita. Temen gue kenalan sama wanita lewat Friendster dan mereka dah sering telpon, chat dan sms. Udah asiklah. Tapi setiap kali diajak ketemuan wanitanya gak pernah mau. Menurut lo kenapa?”

Sembilan puluh persen wanita akan menjawab dengan senang hati, beberapa malah mungkin akan langsung cerita panjang lebar dan Anda sudah berhasil membuka percakapan dengan mereka. Tapi tidak berhenti sampai di situ, Anda juga harus mempersiapkan alur berikutnya setelah mereka selesai menjawab pertanyaan Anda.

“Hmm bener juga sih lo. Terus menurut lo temen gue harus gimana nih?”

Dia menjawab, "Bla bla bla..."

“Emang elo pernah punya pengalaman yang kayak gitu? Pria kenalan lewat Friendster trus ngajak ketemuan, trus elo iyain ato tolak... lebih sering yang mana?”

Dia menjawab lagi, "Bla bla bla..."

Guys, jika sejauh ini kalian melakukannya dengan benar, kalian sudah berada asyik ngobrol dengan dia selama kurang lebih lima menit. Anda tinggal terus berbicara dengannya, atau malah dia yang akan membalikkan pembicaraan, bertanya ini itu kepada Anda.

Kenapa?

Karena Anda memulai pembicaraan dengan cara yang menarik.

Semuanya berkat skenario yang sudah dipersiapkan!

Kelebihan memakai skenario adalah Anda sudah memiliki satu dua bayangan mental tentang dialog kalian yang akan terjadi, jadi selagi berbicara, kalian bisa berfokus pada satu hal penting lainnya ketika melakukan intro seperti itu.

Yaitu body language yang benar.

Wanita memproses komunikasi 40% lewat bahasa verbal dan 60% lewat body language. Mereka memiliki semacam radar super peka untuk mengetahui apakah Anda gugup, minder, tidak PD dan tertarik padanya. Semuanya itu ditangkap lewat body language Anda.

Karena itu body language sangatlah PENTING!

Anda harus rileks, nyantai dan confident. Jangan sampai Anda terlihat gugup. Tunjukkan bahwa Anda adalah pria GLOSSY yang bernilai tinggi dan bukan pria horny kesepian yang mencari mangsa.

Kesalahan umum yang dilakukan pria ketika berbicara dengan wanita menarik adalah suara mereka berubah lebih lembut dan pelan. Jangan lakukan itu. Anda harus berbicara dengan tegas dan jelas. Tunjukkan Anda tidak terintimidasi olehnya. Dan jangan sampai Anda tertarik gravitasinya sehingga membuat Anda membungkuk ke arahnya.

Tetap berada dalam gravitasi Anda, tarik dia ke dalamnya.

Bukan sebaliknya.

So there you go, deskripsi tehnik jitu untuk INTRO. Bagaimana cara Anda membuka percakapan dan berkenalan dengan wanita asing. Bagian awal dari keseluruhan interaksi ketika membuka hubungan dengan wanita. Dan INTRO hanya merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan materi yang kami bagikan dalam workshop Hitman System.

Setelah INTRO ada fase interaksi berikutnya yang kami sebut Personality Plus (P+) di mana Anda bisa menunjukkan bahwa Anda adalah pria yang berbeda dengan kepribadian GLOSSY dan pada fase ini Anda dapat membuat wanita-wanita tertarik pada Anda.

Tapi sayangnya saya tidak dapat membagikan itu semua di sini, karena selain terlalu padat dan panjang, materi P+ hanya akan kami berikan secara eksklusif di dalam workshop. Khusus hanya untuk pria-pria yang serius untuk mempelajari hal ini dan berkomitmen untuk merubah dirinya menjadi lebih berkualitas.

Memang tidak cukup hanya dengan INTRO saja untuk mendapatkan wanita yang Anda inginkan. Tapi kalau Anda serius ingin melakukan sesuatu untuk merubah nasib Anda yang kurang beruntung, daripada hanya diam duduk di rumah dan merenung, mempraktekkan INTRO adalah awal yang sangat bagus!

Dengan mempraktekkan INTRO sesering mungkin Anda akan terbiasa berinteraksi dengan wanita menarik. Coba saja praktekkan INTRO dengan 20 wanita asing menarik sepanjang minggu ini, dan Anda akan merasakan bedanya.

Percaya diri Anda akan meningkat. Ilusi ketakutan dan kegugupan Anda akan hilang. Anda menjadi lebih mudah bergaul. Anda akan melihat wanita dengan cara yang berbeda. Anda akan belajar banyak sekali.

Coba dan buktikan sendiri, dan saya jamin Anda akan terkejut. Sekarang ambil waktu untuk memikirkan dan mempersiapkan 2-3 skenario dengan topik yang menarik yang akan Anda pakai setiap kali Anda berkenalan dengan wanita.

Kirimkan kisah-kisah Anda mempraktekkan INTRO seperti contoh di atas. Kami tunggu kehadiran Anda dalam workshop fantastis!

Kutipan : Kei,
Hitmansystem.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More